Rabu, 15 Oktober 2014

Di Jual Tanah diperuntukan untuk perumahan



Hubungi
Ibu Evi Fitini
Telp. 02145555537-02196524794
Hp. 081283013948/085888258218


Deskripsi 
Di jual tanah seluas 6800 m2 diperuntukan untuk cluster/perumahan lokasi bebas banjir dan amann, 

Detail 
Alamat : Jl. Masjid

Luas Tanah : 6.800 m2

Harga : Rp 1.500.000/m 

Sertifikat : SHM(Sertifikat Hak Milik)








Di jual rumah bukit kencana



Hubungi
Ibu Evi Fitini
Telp. 02145555537-02196524794
Hp. 081283013948/085888258218



Deskripsi
Rumah kampung lokasi bebas banjir, aman lokasi terdapat di atas perumahan bukit kencana jati makmur, akses mudah, dekat dengan Plaza dan Atrium Pondok Gede, Grand Galaxy Park, Pekayon, Jati Asih dll

Detail 
Alamat : Bukit Kencana

Sertifikat : SHM (Sertifikat Hak Milik)

Luas Tanah : 130m2

Luas Bangunan : 100m2

Kamar Tidur : 3+1 

Kamar Mandi : 2

Harga : Rp 450.000.000















Di Jual Rumah di Perumnas



Hubungi
Ibu Evi Fitini
Telp. 02145555537-02196524794
Hp. 081283013948/085888258218


Deskripsi
rumah di kawasan perumahan perumnas, lokasi sngat strategis dekat dengan bebepa mall besar seperti , Mall Metropolitan, mall Centro, Bekasi Cyber Park, Grand Mall bekasi dll, dan juga dekat dengan rumah sakit besar seperti RS awal Bross dll, dekat juga dengan prasarana pemerintahan dan yang lain pula, kawasan padat penduduk. Akses dekat ke berbagai tempat.

Detail 
Alamat : Perumnas 1

Sertifikat : SHM (Sertifikat Hak Milik)

Luas Tanah : 88 m2

Luas Bangunan : 56 m2

Kamar Tidur : 3

kamar Mandi : 1

Harga : Rp 410.000.000 

Listrik : 2.200 watt












Senin, 01 September 2014

Mengecat Kembali Furnitur Yang Sudah Terlihat Usang

Berbicara masalah perkembangan, memangdewasa ini, beragam furniur berkembang secara pesat. Dan saat ini furntur tidak lagi hany atersedia untuk Interior namun banyak juga tersedia furnitur yang diperuntukkan di luar ruangan. Misalnya furnitur yang khusus untuk teras atau taman.
Untuk menjaga furnitur tersebut tetap awet dan tak kusam, diperlukan perawatan. Salah satunya dengan melakukan pengecatan ulang. Dilansir outdoortheme, Rabu (8/1/2014) berikut beberapa cara melakukan pengecatan ulang furnitur outdoor.
1). Pilih Warna yang Tepat
Saat memulai pengecatan, pilihlah warna yang tepat. Jika furnitur Anda berbahan kayu atau plastik, pilihlah cat yang sesuai dengan bahan tersebut.


2). Bersihkan Furnitur Sebelumnya
Furnitur outdoor mudah sekali kotor, dan sulit untuk dibersihkan. Jadi, sebelum dilakukan pengecatan ualng, pastikan membersihkan furnitur tersebut dengan air sabun. Seteah bersih, keringkan dengan kain kering.


3). Pengamplasan
Tak peduli terbuat dari apa furnitur iutdoor Anda. Sebelum dicat, lakukan pengamplasan pada permukaan yang akan dicat. selain tahan lama, permukaan tersebut akan lebih halus.


4). Warna Dasar
Sebelum melakukan pengecatan dengan warna yang diinginkan, pastikan melakukan pengecatan furnitur dengan warna dasar. Fungsinya, membuat cat yang menempel awet.

5). Saat Pengecatan
Setelah pengecatan dengan warna dasar usai dan cat kering, kini saatnya mengecat furnitur outdoor Anda dengan warna yang diinginkan. Pastikan setiap sapuan mengering dengan sempurna. Lakukan pengecatan di ruang terbuka yang tak langsung terkena cahaya matahari. Hal ini akan membuahkan hasil akhir yang sempurna.

6). Keringkan di Bawah Sinar Matahari
setelah semua langkah dilakukan, kini saatnya melakukan pengeringan di bawah sinar matahari kurang lebih 24 jam. Hal ini penting agar permukaannya kering dengan sempurna. 


Sumber : SolusiProperti.com

Kamis, 21 Agustus 2014

Rumah Ideal Harus Sesuai dengan Kondisi Lokal

Kompetisi tidak hanya memberikan pujian bagi pemenangnya. Di ranah arsitektur, kompetisi bisa juga memberikan kesejahteraan bagi kaum marjinal.
Sebuah kompetisi yang disponsori oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Building Trust International, Habitat for Humanity, dan Karuna Cambodia menyediakan ruang bagi desain rumah-rumah murah di Phnom Penh, ibukota Kamboja. 
 
Desain-desain pemenang ternyata bisa memberikan jawaban bagi kebutuhan rumah murah tahan bencana di negeri itu.
 
Lebih dari 600 tim telah mengirimkan karyanya pada 2013 lalu. Namun, hanya tiga dari antara para pengirim karya yang akhirnya terpilih dan bisa membangun rumahnya dengan biaya sebesar masing-masing 2.000 dollar AS atau setara Rp 22,9 juta. Meski terbilang cukup minim, biaya tersebur rupanya bisa digunakan untuk membangun rumah sederhana yang sesuai dengan kondisi lokasi.
 
Rumah pertama bernama Courtyard House. Menurut perancang sekaligus pembangunannya, Jess Lumley dan Alexander Koller, empati dan pengertian lingkungan menjadi bekal mereka dalam mendesain rumah. Setelah bertahun-tahun bekerja di Kamboja, tim yang berasal dari Inggris tersebut akhirnya mengerti bahwa kesederhanaan jauh lebih penting. Mereka menggunakan material-material tradisional, seperti dinding dari batu bata, tiang kayu, tikar daun palem, dan penutup jendela dari bambu.
 
"Kami ingin membuat rumah yang akrab dengan keluarga yang akan pindah ke tempat ini. Sebuah rumah yang nyaman dan tidak terasa asing dengan sekelilingnya," ujar Lumley.
 
Rumah ini dibangun dengan bentuk menyerupai panggung. Karena itu, di lantai dasar terdapat ruang yang teduh untuk menaruh motor atau tempat tidur hammock.
 
Selain menyerupai panggung, rumah juga dibagi menurut fungsinya. Misalnya, ada bagian khusus untuk memasak, bagian khusus untuk mencuci. Jembatan digunakan untuk menghubungkan bagian-bagian tersebut. Jembatan selebar lima hingga 12 meter ini juga berfungsi sebagai area ventilasi.
 
Ada pula rumah yang dibangun oleh tim desainer asal Australia, Visionary Design Development Pty. Ltd. Tim tersebut membangun rumah bernama Wet + Dry House. Tim yang terdiri dari Muhammad Kamil, Nick Shearman, Ralph Green dan Mary Ann Jackson juga menyiapkan rumah yang mampu bertahan menghadapi banjir. 
 
Mereka melakukan pendekatan yang sedikit berbeda. Alih-alih menaikkan ketinggian rumah secara drastis, Wet + Dry House memperkenalkan ide berupa respon multi tahapan.
 
Setiap rumah memiliki bagian dengan ketinggian berbeda. Rumah-rumah tersebut memiliki teras yang sedikit terangkat dari pemukaan tanah, namun juga memiliki bangunan lebih tinggi.
 
Mereka berharap penduduk tidak hanya tinggal di rumah murah yang berkelanjutan, namun juga gencar bersosialisasi, melakukan kegiatan ekonomi, dan menanam lebih banyak tanaman tanaman. Keberadaan teras dengan ketinggian yang tidak jauh dari permukaan tanah membuat kegiatan bersosialisasi pun tidak sulit dilakukan.
 
Rumah terakhir dibangun oleh tim dari Amerika Serikat. Tim yang terdiri dari desainer Keith Greenwald dan Lisa Ekle membangun rumah bernama Open Embrace. Mereka sudah melakukan riset terhadap kondisi eksisting delta Sungai Mekong.
 
Ruang untuk berkegiatan di rumah ini ditopang dengan batu bata tanah liat. Batu bata tersebut menjaga rumah dan penghuninya dari banjir. Di musim kemarau, bagian bawah rumah yang terhalang bangunan bisa menjadi lokasi teduh untuk bersosialisasi.
 
"Material rumah-rumah ini familiar dan diproduksi secara lokal. Hal ini menstimulasi perekonomian dan menghubungkan komunitas. (Rumah-rumah) ini menghormati tradisi dan teknik vernakular, memperbaruinya menjadi visi Kamboja modern," ujar Greenwald.
 
 
 
Sumber: Kompas.com/SolusiProperi.com

Selasa, 19 Agustus 2014

Pencakar Langit Terjangkung Kedua di Dunia Dibuka untuk Umum


SolusiProprti.com -  The Makkah Clock Tower, pencakar langit tertinggi kedua di dunia, akan dibuka bagi wisatawan seluruh dunia, setelah musim haji 2014. Untuk memasuki menara dan naik ke puncaknya, para turis harus membeli tiket terlebih dulu. 
The Makkah Clock Tower merupakan bangunan terjangkung di dalam kompleks King Abdul Aziz Endowment Project yang terdiri atas tujuh menara. The Makkah Clock Tower menjulang 601 meter dan berisi 76 lantai dengan jumlah 858 suite. Pemandangan di depannya merupakan Masjidil Haram.
 
"Sejumlah besar pengunjung dari berbagai negara akan diizinkan mengunjungi menara untuk  melihat dari dekat interior The Makkah Clock Tower," kata seorang pejabat. 
 
Kehadiran The Makkah Clock Tower juga menghidupkan kembali bisnis sektor perhotelan selama tiga tahun terakhir. Sejumlah hotel yang ada di sekitar menara sukses menarik banyak pengunjung. Mereka menikmati pemandangan 
×
Masjidil Haram terutama selama Ramadhan.
 
Manajer pemasaran sebuah hotel di dekat Masjidil Haram, Abbas Subhi, mengatakan, sejak The Mekkah Clock Tower hadir, bisnisnya kembali lancar. Banyak tamu menginap selama beberapa hari, bahkan berminggu-minggu.
 
"Sebagian besar pengunjung datang hanya untuk tinggal di atap hotel menikmati panorama Masjidil Haram. The Makkah Clock Tower betul-betul mendukung pariwisata," kata Abbas.
 
Penjaga Dua Masjid Suci Raja Abdullah telah memerintahkan menara ini ditempatkan di ketinggian 380 meter dan dapat dilihat dari semua sisi. Termasuk dapat melihat nama 
×
Allah tertulis di masing-masing empat wajah jam. Dua wajah jam, termasuk prasasti, masing-masing setinggi 80 meter dan 65 meter, serta diameter 39 meter.
 
The King Abdul Aziz Endowment Projectsendiri merupakan salah satu proyek konstruksi terbesar di dunia. Akan tetapi, menurut data 
×
Council on Tall Buildings and Urban Habitat,  meski tertinggi kedua di dunia, namun The Makkah Clock Tower hanya satu meter lebih jangkung ketimbang 
×
Canton Tower di Guangzhou, Tiongkok.
 
 
 
 
Sumber: Kompas.com